Kedelai Sempat Hilang, Satgas Pangan Telusuri Kemungkinan Dugaan Penimbunan

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Kedelai Sempat Hilang, Satgas Pangan Telusuri Kemungkinan Dugaan Penimbunan

Kamis, 07 Januari 2021

Ilustrasi kacang kedelai. /Pixabay.com/pnmralex.

RADAR BISNIS
- Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan Syailendra mengatakan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri tengah mengerahkan tim Satgas Pangan untuk menelusuri dugaan penimbunan kedelai imbas kenaikan harga di pasaran. Hal ini ditegaskan dalam pesan singkatnya, Kamis 7 Januari 2021.


"Iya kan dugaan bisa, tapi kan sudah dicek. Nanti kita lihat saja lah hasilnya dari Bareskrim dari Satgas Pangan."


"Kita lihat hasil dari Satgas Pangan Bareskrim nanti kita lihat hasilnya, kan masih turun di lapangan juga," katanya.


Syailendra menyebutkan bahwa Kemendag turut dilibatkan dalam melakukan pengecekan stok kedelai di pasaran. 


Melalui pengecekan ini, Kemendag menjamin stok kedelai saat ini aman terkendali.


"Satgas pangan dalam hal ini, memang satgas pangan dengan teman teman dari Ditjen PKPN (Kemendag) sih sedang turun ke lapangan untuk memverifikasi, mengecek stok," jelasnya.


Kemendag pun menunggu hasil penelusuran yang dilakukan oleh tim Bareskrim. 


Sejauh ini, Syailendra meyakini tidak terjadi penimbunan kedelai, mengingat bahan baku tahu tempe ini tak bisa disimpan dalam jangka waktu lama.


"Sejauh ini yang kita yakini tidak ada karena kalau ada penimbunan nggak mungkin orang bisa kerja karena stok kedelai itu nggak pernah bisa banyak."


"Kalau kebanyakan dia stok rusak barangnya, siapa yang berani nyetok. Nggak bisa (disimpan lama-lama) rusak itu jamur. Mana mungkin lah kalau kedelai disimpan itu, dua bulan itu nggak mungkin," lanjutnya. (inf)