Selama Pandemi Indonesia Ekspor 388.655 Ton Ikan

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Selama Pandemi Indonesia Ekspor 388.655 Ton Ikan

Jumat, 11 Desember 2020

Pelepasan ekspor perikanan sebanyak 1.739 ton di New Priok Container Terminal (NPCT 1). /Instagram.com/@humasbkipm.

RADAR BISNIS
- Komoditas kelautan dan perikanan Indonesia diketahui semakin diminati pasar global. 


Hal ini ditunjukkan dengan tumbuhnya volume ekspor yang tercatat oleh Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) Jakarta II.


Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, selama periode Januari-10 Desember 2020, volume ekspor perikanan mencapai 388.655 ton, tumbuh 8,74 persen dibanding periode yang sama 2019 atau sebesar 357.402 ton. 


Tak hanya itu, dari sisi nilai ekspor juga mengalami peningkatan sebesar 8,09 persen dengan total Rp20,57 triliun.


"Kita patut berbangga, di situasi Covid-19 ini, ekspor perikanan tumbuh 8,74 persen dari segi volume dan tumbuh 8,09 persen dari sisi nilai," kata SYL saat melepas ekspor perikanan sebanyak 1.739 ton di New Priok Container Terminal (NPCT 1), Jakarta Utara, Kamis, 10 Desember 2020


Dalam pelepasan ekspor tersebut, SYL juga memberikan sertifikat kesehatan (Health Certificate) kepada para eksportir. 


Sertifikat tersebut diberikan sebagai jaminan bahwa komoditas yang diperkirakan mencapai Rp129 miliar ini merupakan produk yang aman dikonsumsi dan bermutu.


Ia berharap, ekspor perikanan bisa terus meningkat agar perekonomian nasional bisa segera bangkit. 


"Kita percaya, sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi pengungkit ekonomi di tengah pandemi," tegasnya.


Sementara itu, Kepala BKIPM, Rina, menjelaskan, ekspor perikanan tersebut akan dikirim ke sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Hongkong, Vietnam, Jepang, Tiongkok, Sri Lanka, Korea Selatan, Spanyol, Portugal, Amerika Serikat dan Kanada. 


Adapun komoditas yang diekspor di antaranya sword fish, yellow fin tuna, cumi, sotong, shrimp, gindara, gurita, kakap, mahi-mahi, manyung, marlin, sarden, surimi, tenggiri, tuna dan ubur-ubur.


"Ini kita ekspor ke berbagai negara, ada ke negara Eropa, Asia, dan Amerika," kata Rina.


Rina menambahkan, kegiatan ekspor ini dilakukan di tiga tempat secara serentak yakni di Koja, JICT, dan NPCT 1 dengan total 96 kontainer. 


Ia memastikan ditengah pandemi, petugas BKIPM menerapkan protokol kesehatan selama bertugas. Hal ini untuk mencegah kontaminasi virus sekaligus menjaga keberterimaan ekspor dari Indonesia. (pol)