SKK Migas Beri Kemudahan Produksi bagi Kontraktor

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

SKK Migas Beri Kemudahan Produksi bagi Kontraktor

Selasa, 10 November 2020

Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman. (Foto: skkmigas.go.id)

Radarbisnis.com, Jakarta
- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), akan memberikan kemudahan percepatan produksi kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).


SKK Migas telah  mengirimkan surat edaran tentang percepatan produksi dari sumur interfield/nearfield, dan sumur stepout, sumur yang melebihi plan of development (POD) dan non-producing zone.


Menurut Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman,  SKK migas melakukan penyederhanaan proses bisnis agar kegiatan pengeboran dan produksi dapat dipercepat dan diakselerasi. 


"Kebijakan ini diharapkan dapat menarik minat investor dan meningkatkan iklim investasi di industri hulu migas," kata Fatar dalam keterangannya, Senin (9/11/2020).


Menurutnya, kemudahan percepatan investasi yang diberikan SKK Migas kepada KKKS meliputi potensi sumur yang terletak di antara lapangan yang sudah berproduksi, atau di dekat lapangan yang sudah berproduksi dan dipisahkan oleh batas secara geologi.


Nilai eksplorasi yang kecil membuat sumur-sumur tersebut tidak menarik untuk dibor sebagai sumur eksplorasi. Namun, sumur itu tidak dapat dikategorikan sebagai sumur pengembangan, karena tidak ada payung hukumnya yaitu POD.


Dengan surat edaran tersebut, kata Fatar, KKKS dapat dengan cepat memonetisasi potensi-potensi subsurface yang sudah teridentifikasi tersebut yang selama ini belum dapat dikerjakan karena terkendala regulasi.


"KKKS dapat merealisasikan potensi suatu sumur dengan dipercepat karena produksi bisaa dilaksanakan tanpa harus melalui persetujuan rencana pengembangan lapangan baru atau perubahan POD," jelasnya.


Sedangkan Kepala Divisi Perencanaan Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo menambahkan, pihaknya telah mengidentifikasi potensi cadangan 488 juta barel minyak dan 486 miliar standar kubik gas bumi yang tersebar di 33 struktur. 


Sebagai tahap awal implementasi surat edaran tersebut, terdapat tambahan lima sumur interfieldyang akan dibor oleh Pertamina EP pada 2021.


Selain itu, ada potensi tambahan sedikitnya enam sumur yang masih dalam diskusi intensif dengan KKKS.


Dengan asumsi itu, satu sumur di darat memerlukan biaya sekitar US$33 juta atau Rp470 miliar. Komitmen tambahan ini seluruhnya berasal dari Pertamina Group. (inf)