KKP-Bappenas Kolaborasi Lestarikan Terumbu Karang Raja Ampat

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

KKP-Bappenas Kolaborasi Lestarikan Terumbu Karang Raja Ampat

Kamis, 12 November 2020

Kolaborasi KKP dan Bappenas berkolaborasi melestarikan terumbu karang di kawasan Raja Ampat. (Foto: kkp.go.id)

Radarbisnis.com, Sorong 
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) berkolaborasi melestarikan terumbu karang di kawasan Raja Ampat, Papua Barat. Kegiatan ini sekaligus untuk mendorong ekonomi masyarakat pesisir Bumi Kasuari.


Kolaborasi KKP dan Bappenas ditandai dengan dimulainya pelaksaan Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang (Coremap CTI) Papua Barat yang berlangsung di Sorong, Jumat (13/11/2020). Acara ini dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa.


Menteri Edhy menjelaskan menjaga kelestarian terumbu karang berarti mendukung kesejahteran masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Pasalnya, terumbu karang menjadi habitat dan tempat beragam spesies ikan memijah.


"Tanpa terumbu karang, jangan pernah berpikir sumber daya ikan kita akan terus berkembang biak. Yang ada malah kita akan kekurangan ikan," ujar Menteri Edhy dalam acara tersebut.


Melestarikan terumbu karang, sambung Menteri Edhy, berarti juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Sebab terumbu karang bermanfaat untuk sektor pariwisata serta dapat dibudidaya.


Menteri Edhy pun memberi apresiasi pada Kementerian PPN/Bappenas atas pelaksaan program yang didanai Bank Dunia tersebut. Selain di Papua Barat, Coremap CTI juga berlangsung di Nusa Tenggara Timur.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PPN/Bappenas. Ini menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat nelayan, mengarahkan pada penyelamatan karang," urai Menteri Edhy.


Sementara itu, Menteri Suharso menjelaskan, Coremap CTI merupakan salah satu program pemerintah untuk menjaga kelestarian laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.


Program ini juga untuk mendukung upaya penanganan dalam perubahan iklim global di sektor kelautan dan perikanan. "Program ini akan berjalan sampai dua tahun ke depan," ujar Menteri Suharso.


Sebagai informasi, pelaksaan Coremap CTI Papua Barat akan merambah sejumlah titik di Suaka Alam Perairan Kepulauan Raja Ampat dan Suaka Alam Perairan Kepulauan Waigeo sebelah barat, yang merupakan wilayah kerja Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) dibawah kendali Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) KKP. (kkp)