PT. INKA akan Menjadi Operator Kereta Api Dakar-Bamako

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

PT. INKA akan Menjadi Operator Kereta Api Dakar-Bamako

Selasa, 01 September 2020

PT. INKA saat kunjungannya ke Dakar, Senegal. (Foto : Istimewa)

Radarbisnis.com, Jakarta
- Setelah disepakatinya rencana Senegal membeli 10 Lokomotif Diesel Elektrik pada Indonesia-Africa Forum 2018, kini PT. INKA tengah menjajaki untuk menjadi operator kereta api Dakar-Bamako yang disambut baik Senegal. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT. INKA, Budi Noviantoro pada saat kunjungannya ke Dakar, Senegal tanggal 22-24 Juli 2018 dalam rangka memfinalisasi rencana pembelian 10 lokomotif tersebut. 


Delegasi PT. INKA yang beranggotakan Direktur Utama, Direktur Komersial beserta staf, dan adviser Kantor Staf Presiden RI, dipimpin Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran telah melakukan pertemuan dengan Menteri Infrastruktur, Transportasi Darat dan Pembukaan Wilayah, Abdoulaye Daouda Diallo, dan Menteri Urusan Pembangunan Jaringan Perkeretaapian Nasional  Abdou Ndene Sall. AD Trade Belgium (ADTB), sebagai pihak yang akan mendanai pembelian lokomotif juga hadir pada pertemuan tersebut. 


Dubes Mansyur Pangeran menyatakan secara umum pertemuan telah membahas mengenai mekanisme pembelian lokomotif dan hal lainnya teknis lainnya, seperti skema pendanaan dan waktu penyerahan, serta usulan PT. INKA menjadi operator Kereta Api Dakar-Bamako, yang telah  dibahas secara khusus dengan Dirjen Dakar-Bamako Feroviaire (DBF) dan Dirjen Agence Nationale des Chemins de Fer (ANCF). 


Mengingat proses pembuatan 10 Lokomotif Diesel Elektrik baru memakan waktu cukup lama, sekitar 18-24 bulan, dan terdapatnya urgensi pengadaan transportasi kereta untuk tahun ini, maka pemerintah Senegal juga akan menyewa 4 Lokomotif Diesel Hidraulik dari PT. INKA yang diharapkan tiba sebelum akhir tahun 2018.


 Menindaklanjuti hal tersebut, PT. INKA akan segera menyampaikan proposal penawaran pembelian dan penyewaan lokomotif serta usulan menjadi operator tersebut secepatnya untuk dapat diproses lebih lanjut, guna memenuhi kebutuhan transportasi kereta mengangkut barang dari Dakar ke Bamako yang berjarak sekitar 1.223 km. 


Dubes Mansyur menjelaskan  bahwa pengadaan jalur kereta api Dakar-Bamako merupakan prioritas kebijakan nasional Senegal yang sangat mendesak, karena tingginya biaya transportasi pengiriman barang menggunakan truk. 


Saat ini pengiriman barang ke Bamako dari Dakar mencapai lebih dari 4 juta ton per tahun. 


Delegasi juga melakukan kunjungan lapangan ke stasiun kereta api Dakar untuk melihat aktivitas stasiun dan hal teknis lainnya menyangkut jalur rel kereta yang digunakan dalam rangka menjajaki peluang kerja sama sebagai operator kereta api. (tim)