Berdayakan Nahdliyin, NU Circle Teken MoU Perhutanan Sosial

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Berdayakan Nahdliyin, NU Circle Teken MoU Perhutanan Sosial

Selasa, 08 September 2020

Penandatanganan nota kesepahaman NU Circle R dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (Foto : Istimewa)

Radarbisnis.com, Jakarta
 - Ketua Umum NU Circle R.  Gatot Prio Utomo menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,  Selasa (8/9/2020) hari ini.  Program ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat nahdliyin melalui program perhutanan sosial.  


“Kami bersyukur hari ini,  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan kepercayaan kepada masyarakat profesional nahdliyin melalui NU Circle untuk memberdayakan warga nahdliyin di sekitar hutan. Nantinya NU Circle akan menjadi pendamping masyarakat dalam memanfaatkan hutan sosial sehingga akses dan sinergi antara produsen dan industri dapat terbina dengan baik, “ ujarnya.  


Pria yang akrab dipanggil Gus Pu ini menyatakan saat ini ada sekitar 12,7 juta hektare lahan dalam program kehutanan sosial.  Masyarakat dapat memanfaatkan lahan hutan untuk kegiatan pertanian sehingga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.  


“Saya yakin dengan program yang tepat, melalui pendampingan dan akses permodalan yang baik, serta kepastian pemasaran, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Gus Pu.  


Di sisi hilir,  NU Circle juga telah mendirikan Koperasi NU Circle Nusantara (Kopnuc).  Koperasi ini diharapkan dapat menjadi pembeli produk-produk pertanian dan kehutanan yang dihasilkan para petani perhutanan sosial.  


“Kami juga sedang membangun Nucommerce agar produk hasil pertanian dapat dipromosikan dan diperdagangkan secara online di semua plafform e-commerce sehingga para petani dan produsen dapat mendapatkan harga komoditas lebih kompetitif, “ujarnya.  


Ke depan,  menurutnya, masyarakat nahdliyin harus menjadi kekuatan ekonomi umat yang memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi nasional.  Saat ini,  katanya,  satu-satunya faktor yang masih bisa menahan pertumbuhan ekonomi nasional adalah konsumsi rumah tangga.  


“Jika penghasilan dan kesejahteraan petani dan masyarakat nahdliyin ini diperbaiki,  maka konsumsi rumah tangga dengan sendirinya akan naik. Itu artinya pertumbuhan ekonomi nasional akan terjaga,” kata Gus Pu optimis. (*)