Terkait dengan Kerugian Sebesar Rp 11 Triliun, Apa yang Bisa Dijelaskan Pertamina?

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Terkait dengan Kerugian Sebesar Rp 11 Triliun, Apa yang Bisa Dijelaskan Pertamina?

Rabu, 26 Agustus 2020

 

Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini. (Foto : Instagram @economiczoneindonesia)

Radarbisnis.com, Jakarta – Ada tiga faktor yang menyebabkan PT Pertamina merugi di semester pertama tahun 2020 yang mencapai Rp 11 triliun.

Kalau kita menyebutnya triple shock,” kata Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini dalam rapat kerja bersama Komisi VII, Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Emma menjelaskan faktor pertama meruginya Pertamina karena adanya penurunan permintaan pasar. Hal ini jauh berbeda dari kondisi krisis sebelumnya yang dihadapkan dengan tekanan nilai tukar rupiah dan harga minyak mentah.
 
“Demand-nya sekarang yang berdampak signifikan pada revenue kita. Kondisi ini bahkan lebih berat dari kondisi financial crisis,” katanya.

“Yang ketiga ini terkait dengan crude. Dengan melemahnya crude price di second quarter menyentuh angka 19 sampai 20 dolar AS perbarel pak. Dibandingkan posisi Desember 2019 63 dolar AS perbarel kita sangat terdampak sekali pada margin hulu. Padahal margin hulu penyumbang atau kontributor ebitda terbesar 80 persen,” tandasnya. (ktn)