Menteri Pertanian Lepas Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Menteri Pertanian Lepas Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang

Minggu, 09 Agustus 2020

 

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. (Foto : Instagram @syasinlimpo)

Radarbisnis.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) secara simbolis melepas ekspor perdana cangkang sawit milik PT Bumi Agri Sejahtera sebanyak 10.000 ton dengan nilai Rp1,1 miliar dengan negara tujuan Jepang.


“Hari ini juga limbah sawit kita yang namanya cangkang sawit kita ekspor. Oleh karena itu tidak ada yang terbuang lagi percuma. Dan ini tentu kerja luar biasa masyarakat Babel, beserta Gubernur dengan jajaran,” kata Mentan SYL di Bangka Belitung, Sabtu, (8/8/2020).


Mentan mengungkapkan optimismenya jika sinergitas dilakukan secara bersama-sama untuk sektor pertanian, niscaya masyarakat dapat dengan mudah menghadapi segala rintangan keadaan, termasuk menghadapi pandemi.


“Jika semua ini kita lakukan, kita bisa tenang menghadapi situasi apapun, termasuk dampak dari Covid 19, orang Babel mengenergi propinsi lain,” tegas Mentan.


Kepala Badan Karantina Pertanian Ali jamil menambahkan setelah lada, sawit, karet dan lidi nipah maka cangkang sawit menambah deret ragam komoditas unggulan ekspor baru asal Babel.


Jamil mengajak para pelaku usaha juga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian untuk melakukan hilirasi produk pertanian.

 

“Kedepan produk yang diekspor harus barang jadi, minimal setengah jadi agar makin banyak nilai tambah yang dapat diraih petani dan masyarakat,” pungkas Jamil.


Menurut data Badan Pusat Statistik pada kuartal II-2020, sektor pertanian tumbuh paling kencang di masa pandemi yakni sebesar 16,24 persen. tercatat pertanian yang menyumbang pertumbuhan positif tertinggi.


“Ini berkat kerja keras, kerja bersama dan kerja dengan cara berpikir yang sinergis dari seluruh insan pertanian baik di pusat, daerah, pelaku usaha dan juga petani, saya memberikan apresiasi yang tinggi,” tutur Mentan. (inf)