Menteri Edhy Optimis Kelautan dan Perikanan Jadi Andalan Ekonomi

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Menteri Edhy Optimis Kelautan dan Perikanan Jadi Andalan Ekonomi

Kamis, 20 Agustus 2020

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. (Foto : Instagram @edhy.prabowo)

Radarbisnis.com, Jakarta - Sebagai negara kepulauan yang memiliki 17.504 pulau, potensi ekonomi kelautan Indonesia diprediksi mencapai USD1.338 miliar per tahun (Data Estimasi KKP, 2020).


Perkiraan angka ini berasal dari sebelas sektor yakni perikanan tangkap USD20 miliar, perikanan budidaya USD210 miliar, industri/pengolahan USD100 miliar, dan industri bioteknologi USD180 miliar.


Kemudian energi dan sumber daya mineral (garam) USD210 miliar, pariwisata USD60 miiar, transportasi USD30 miliar, industri dan jasa maritim USD200 miliar, coastal forestry USD8 miliar, sumber daya wilayah pulau-pulau kecil USD120 miliar, dan sumber daya non konvensional USD200 miliar.


Atas potensi tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menegaskan sektor KP bisa menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia. Terlebih potensi serapan lapangan kerja bisa mencapai 45 juta orang atau 40 persen dari total angkatan kerja Indonesia.


"Ini potensi yang besar. Nilai strategis adalah peluang yang bisa mendatangkan nilai ekonomi. Potensi ini adalah modal dasar pembangunan indonesia," kata Menteri Edhy saat menjadi pembicara di simposium internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia, Kamis (20/8/2020).


Dikatakan Menteri Edhy, melalui kebijakan yang tepat, keberlanjutan dan ekonomi bisa berjalan beriringan.


Hal ini pun sejalan dengan amanat konstitusi bahwa kekayaan alam Indonesia digunakan untuk kemakmuran rakyat.


"Saya juga punya hati untuk melakukan pembangunan yang berkelanjutan. Jadi dua kutub ini harus bersatu, sustainability dan prosperity harus bersama," urainya.


Dalam webinar bertajuk "Membangkitkan Sektor Perikanan Pasca Pandemi" ini, Menteri Edhy mengungkapkan jajarannya tetap bekerja sekaligus mengajak seluruh stake holder untuk tetap produktif. (dpr)