Lindungi Rakyat, Latar Belakang Keilmuan Hadi Pranoto Perlu Dicek

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Lindungi Rakyat, Latar Belakang Keilmuan Hadi Pranoto Perlu Dicek

Jumat, 07 Agustus 2020
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani. (Foto: Instagram @netty_heryawan)

Radarbisnis.com, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta Pemerintah melakukan langkah-langkah penyelidikan terhadap latar belakang keilmuan Hadi Pranoto. Sebelumnya, Hadi Pranoto mengklaim menemukan obat virus Corona atau Covid-19. Hal itu terungkap dari video yang menjadi viral karena dipublikasikan oleh musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji melalui akun YouTube-nya.


“Harus diselidiki latar belakang keilmuannya. Benarkah ia seorang profesor ahli mikrobiologi yang berhak berbicara sesuai kapasitasnya? Setahu saya, klaim profesornya sudah banyak dibantah orang. Jika dipandang perlu, lakukan pembuktian ilmiah. Satgas Covid bisa menggandeng BPOM untuk menguji klaim obat herbal Hadi Pranoto,” kata Netty melalui keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Rabu (5/8/2020).


Pemerintah juga diminta untuk melindungi masyarakat dari informasi sesat atau hoaks. Menurut politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) tersebut, saat ini masyarakat mudah percaya informasi yang didapat lantaran panik dengan kasus pandemi Covid-19 yang makin meningkat.


“Jangan sampai masyarakat disesatkan dengan informasi bohong. Apalagi ramuan herbal tersebut belum terbukti aman dan efektif secara ilmiah sebagai obat Covid-19. Masyarakat yang sedang panik dikepung pandemi bisa mudah terperdaya,” kata Netty. Ia pun juga meminta Pemerintah mempercepat upaya penemuan obat dan vaksin Covid-19. Ia khawatir kekayaan ramuan herbal yang dimiliki Indonesia nantinya diklaim negara lain.


“Penggunaan tanaman herbal sebagai basis penelitian penting dilakukan. Indonesia kaya akan tanaman herbal yang dikenal dan digunakan masyarakat sejak lama sebagai kearifan lokal. Lakukan penelitian dan pengujian ilmiah untuk pembuktiannya. Jangan sampai setelah tanaman herbal Indonesia dipatenkan oleh orang luar, baru kita ribut dan kebakaran jenggot,” pungkas legislator dapil Jawa Barat VIII itu. (dpr)