Indonesia Harus Siap Hadapi Ancaman Ketahanan Energi

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Indonesia Harus Siap Hadapi Ancaman Ketahanan Energi

Senin, 31 Agustus 2020

Anggota Komisi VI DPR RI, Evita Nursanty. (Foto : Instagram @evitanursanty)

Radarbisnis.com, Jakarta
- Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty menegaskan bahwa Indonesia harus mulai bersiap menghadapi ancaman yang menyerang ketahanan energi Indonesia. Sebab menurutnya saat ini model ancaman semakin canggih dengan kehadiran cyber attack. Terlebih Indonesia merupakan negara yang memiliki cadangan energi besar yang menjadi ancaman bagi dunia di masa depan ketika bisa dikelola dengan baik.


Hal tersebut ia nyatakan ketika Komisi VI DPR RI melakukan diskusi dengan dengan pakar ekonomi Faisal Basri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2020). Yang terbaru dicontohkan oleh Evita, kasus pemboman kilang minyak Arab Saudi yang dilakukan oleh drone menjadi fakta yang harus diwaspadai Indonesia.


“Kita tahu Saudi luluh lantah, dia punya yang namanya kilang minyak itu hancur karena drone. Because drone is part of the cyber attack itu. Nah ini juga ke depan harus seperti apa itu belum terpikirkan oleh kita. Tapi nanti ketika kita diserang baru semuanya panik. Kita belum ada proteksi dan segala hal pendukungnya,” terang Evita.


Politisi PDI-Perjuangan ini kemudian menambahkan bahwa minimal Indonesia sudah harus mulai menyiapkan rancangan undang-undang yang mengatur tentang ketahanan energi. Ia berharap Pemerintah tidak sekadar menjadi pemadam kebakaran saja yang menunggu sebuah kasus muncul baru kemudian mencari solusi. Ia ingin Indonesia siap dalam menghadapi ancaman model baru ini.


“Sekarang drone saja begitu bebasnya bergentayangan di udara. Tidak ada undang-undang yang mengatur, tidak ada aturan yang mengatur. Padahal di situ ancaman terhadap intelijen kita, ancaman terhadap pertahanan kita ada di sana. Termasuk ancaman terhadap energi kita. Saya ingin mengajak kita ini mulai berpikir ke arah sana,” tukas politisi dapil Jawa Tengah III tersebut.  (dpr)