Selain Pertambangan, Kalimantan Selatan Juga Kaya akan Ikan Arwana

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Selain Pertambangan, Kalimantan Selatan Juga Kaya akan Ikan Arwana

Kamis, 09 Juli 2020
Kemenko Marves akan membangkitkan kembali potensi ekspor yang ada di Kalsel. (Foto : Instagram @venusaquatics)


Radarbisnis.com, Banjarmasin - Tak hanya kaya akan tambang seperti Batu Bara, Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel) ternyata juga kaya akan sumber daya alam lainnya, salah satunya ikan arwana. Hal itu diungkapkan Asisten Deputi (Asdep) Hilirisasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Amalyos.

“Kalsel ini dianugerahi berbagai sumber daya dan potensi nilai tambah penyumbang devisa negara, seperti batu bara. Namun selain batu bara, bahwa ada sumber daya lain yang sangat potensi untuk dikembangkan yakni ada penangkaran ikan arwana yang berorientasi ekspor,” kata Asdep Amalyos dalam Rapat Koordinasi Debottlenecking Perizinan dan Aksesibilitas Transportasi Bagi Pelaku Usaha Ekspor Ikan Arwana di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (9/7/2020).

Mengenai ekspor ikan arwana ini, Asdep Amalyos mengungkapkan bahwa Kemenko Marves sebagai kementerian koordinator bersedia untuk membantu mengatasi berbagai hambatan-hambatan, salah satunya mengenai transportasi ekspor ikan arwana yang dikabarkan terganggu terutama dalam masa pandemi COVID-19 atau virus corona.

“Jadi ikan arwana ini awalnya ada pengusaha yang membuat penakaran di sini (kalsel) dan meluas. Ini sangat bagus, terutama untuk perekonomian daerah. Nah kami ingin tahu apa sih yang dihadapi pelaku usaha selama COVID-19 ini, karena kami berkewajiban untuk membantu pembangunan ini, dan ternyata salah satunya mengenai transportasi,” ujarnya.

Terkait dengan dukungan transportasi, lanjut Asdep Amalyos, Kemenko Marves akan membangkitkan kembali potensi ekspor yang ada di Kalsel, seperti dalam waktu dekat berkoordinasi dengan maskapai Garuda Indonesia dan anak usahanya untuk buka kembali connecting flight, optimalisasi bisnis cargo dan first flight bagi daerah penghasil arwana untuk pengiriman, baik secara nasional maupun internasional.

“Secara bertahap semua kita proses dan terlihat langkahnya. Nanti dengan kebijakan Kementerian Perhubungan juga untuk percepatan normalisasi penerbangan regional antarwilayah ini, kita akan dorong 100% dalam waktu yang tidak terlalu lama, tentunya dengan tidak mengabaikan protokol COVID-19,” ujarnya.

“Kami berpikir keadaan sekarang bukan suatu penghambat untuk kita maju, justru ini tantangannya. Ke depan kita pikirkan bagaimana kita bisa maju, bagaimana menargetkan adanya nilai tambah dari Sumber Daya Alam ini, adanya investasi yg bisa mendorong ekonomi daerah dan distribusi nasional. Kalsel ini kaya dan semua saya pikir Kalsel punya, dan itu modal yang paling penting untuk bangkit dan maju,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Birhasani berharap dengan adanya pertemuan ini, semakin membuka peluang bagi ekspor ikan arwana di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan.

“Potensi perikanan di Kalimantan sebetulnya tidak kalah dengan batu bara, tambang dan sebagainya. Ke depan ikan arwana ini kita dorong lebih maju. Seperti untuk akhir tahun ini Gubernur Kalimantan Selatan akan memberikan perhatian besar termasuk perikanan lebih dikembangkan, terutama pada sektor hilirisasi. Sehingga semua yang jadi kendala, kita harapkan bisa diatasi secara bersama,” pungkasnya. (mar)