Reformasi yang Sarat Liberalisasi adalah Jalan Sesat Indonesia

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Reformasi yang Sarat Liberalisasi adalah Jalan Sesat Indonesia

Minggu, 26 Juli 2020
Partai Rakyat  menggelar Rapimnas yang kemudian berkembang menjadi Kongres Luar Biasa. (Foto : Humas Partai Rakyat)
Radarbisnis.com, Jakarta – Dalam merajut kembali semangat dan visi-misinya, Partai Rakyat baru-baru ini telah menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) yang kemudian berkembang menjadi Kongres Luar Biasa.

Pada kongres luar biasa yang diselenggarakan di ballroom Ashley hotel wahid hasyim tanggal 15 sampai dengan 16 Juli lalu tersebut Arvindo Noviar telah didaulat menjadi Ketua Umum baru partai rakyat Indonesia.

Dalam keterangan persnya, Arvindo sebagai nahkoda baru partai rakyat menyatakan dalam situasi yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, mengkonversi keluh-kesah menjadi harapan adalah wujud sikap seorang pejuang.

“Harapan itulah yang menggerakan seluruh pengurus Partai Rakyat se-Indonesia untuk segera melanjutkan apa-apa yang pernah dicita-citakan 5 tahun terakhir,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, partai rakyat nantinya akan ikut berperan aktif mengantarkan Indonesia menjadi satu dari empat Negara pemain besar dunia selain Rusia, Amerika dan RRC.

“Reformasi adalah jalan sesat, reformasi yang identik dengan liberalisasi telah membuka peluang amandemen dan melahirkan ratusan undang-undang pro asing. tidak ada jalan lain, Rekonstruksi total adalah road-map satu-satunya yang mampu mengurai seluruh kompleksitas akut yang telah memperosokan Indonesia ke bibir jurang kehancuran,” tegasnya.

Dengan begitu sambung dia, energi yang baru Partai Rakyat akan menekan ke segala arah. “Rakyat Berkuasa, Negara Berdaulat,” tukasnya dengan semangat meneriakkan jargon partainya. (psp)