PUPR Lanjutkan Penataan Kawasan Puncak Waringin di Labuan Bajo

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

PUPR Lanjutkan Penataan Kawasan Puncak Waringin di Labuan Bajo

Senin, 13 Juli 2020
Kementerian PUPR melanjutkan penataan kawasan Puncak Waringin, Labuan Bajo. (Foto : Instagram @kemenpupr)
Radarbisnis.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan penataan kawasan Puncak Waringin, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Rencananya kawasan tersebut akan dijadikan sebagai sentra souvenir produk khas Labuan Bajo.
Dengan keberadaan sentra souvenir tersebut, masyarakat dapat menjual barang-barang dan kerajinan setempat, seperti kain tenun, kopi, tas, boneka, sepatu, dan perhiasan.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menekankan bahwa, penataan Kawasan pusat cindramata Puncak Waringin membutuhkan ketelitian tinggi dengan mengedepankan kualitas artistik dan unsur seni. Sehingga, pembangunannya kawasan tersebut memerlukan waktu yang relatif cukup lama daripada pembangunan infrastruktur di kawasan lain.
Apalagi, harapannya kawasan tersebut akan dijadikan sebagai destinasi pariwisata dengan kategori premium. Maka, penataannya harus dilakukan dengan hati-hati, agar hasil yang didapatkan dapat menarik perhatian para wisatawan domestik dan mancanegara.
"Puncak Waringin memang belum selesai seluruhnya. Saya lihat memang masih ada beberapa yang perlu refining. Kita memang harus membina para kontraktor kecil, agar kualitas hasilnya baik sesuai harapan, karena Labuan Bajo akan dijadikan destinasi premium, jadi hasilnya harus artistik betul. Mudah-mudahan bisa diperbaiki pada tahap II," kata Menteri Basuki melalui siaran pers yang diterima Minggu (12/7/2020).
Pada tahun 2020, Kementerian PUPR melanjutkan penataan Puncak Waringin tahap II dengan lingkup kegiatan berupa pembangunan pusat sovenir, bangunan area tenun dilengkapi dengan toilet dan mushola, bangunan pos jaga dan ruang ganset, taman dan amphiteater, area parkir serta jalan setapak. Pembangunan tahap II saat ini progresnya telah mencapai 20,01 persen dengan nilai kontrak sebesar Rp18,2 Miliar, yang akan selesai di akhir Desember 2020.
Sebelumnya pada 1 Agustus - 28 Desember 2019, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penataan Puncak Waringin tahap I dengan komponen kegiatan terdiri dari Gedung Utama yang berfungsi sebagai lounge dan pusat cinderamata serta viewing deck dengan biaya sebesar Rp9,3 miliar.
Puncak Waringin Labuan Bajo NTT terletak di ketinggian 45 meter sampai 54 meter di atas pernukaan laut. Titik ini termasuk merupakan lokasi dengan pemandangan terbaik di Labuan Bajo. (inf)