PPDB 2020, Disdik DKI Jakarta Buka Jalur Zonasi Bina RW Sekolah

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

PPDB 2020, Disdik DKI Jakarta Buka Jalur Zonasi Bina RW Sekolah

Rabu, 01 Juli 2020
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana. (Foto : beritajakarta.id)
Radarbisnis.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyiapkan jalur baru yang dapat meningkatkan persentase penerimaan siswa sebesar 11,11% pada PPDB Tahun Ajaran 2020/2021.

Dalam jumpa pers melalui video conference, Selasa (30/6/2020), Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana mengumumkan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan membuka Jalur Zonasi Bina RW Sekolah untuk mengakomodir tingginya minat masyarakat bersekolah di sekolah negeri.

Nahdiana menyebut, jalur ini juga untuk mengakomodir siswa yang berada satu RW dengan sekolah untuk bersekolah di sekolah tersebut. "Kami menggunakan data untuk menentukan siapa yang bisa masuk lewat jalur ini, benar-benar dihitung berdasarkan data PPDB tahun ini. Kami juga menambah kursi untuk dapat membuka Jalur ini, sehingga setiap rombel akan menjadi 40 siswa, tidak 36 lagi. Ini pun sudah kami pelajari dan pertimbangkan, bahwa penambahan ini diharapkan tidak akan enurunkan kualitas belajar," ungkap Nahdiana, seperti dikutip dalam rilis PPID DKI Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Disebutkan, proses seleksi dilakukan dengan cara menyeleksi calon peserta didik baru sesuai dengan domisili yang sama dengan RW sekolah. Jika daya tampung penuh, seleksi berikutnya akan mempertimbangkan usia. Proses pendaftaran untuk Jalur Zonasi Bina RW Sekolah ini dilakukan pada tanggal 4-5 Juli 2020, dan lapor diri pada tanggal 6 Juli 2020. Jika terdapat kuota sisa yang tidak terisi, maka sisa kuota dialihkan ke seleksi tahap akhir.

Lebih lanjut Nahdiana menyampaikan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam melaksanakan PPDB Tahun Ajaran 2020 / 2021. Seluruh aturan yang ditetapkan di DKI Jakarta telah mengacu pada Permendikbud No. 44 Tahun 2019 dan Pergub No. 43 Tahun 2019.

Nahdiana turut menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menyediakan pendidikan untuk seluruh warganya, tidak diskriminatif, tidak hanya terbatas pada mereka yang berprestasi tinggi saja. Mengingat jumlah peminat sekolah negeri di DKI Jakarta yang begitu banyak, sampai dengan saat ini sudah sebanyak 332.000 yang mengajukan akun dalam pendaftaran, maka perlu adanya kebijakan pendidikan yang merata untuk semua.

"Sehingga, perbedaan yang paling nyata pada tahun ini dari PPDB tahun-tahun sebelumnya adalah tidak digunakannya nilai atau prestasi akademik sebagai kriteria Jalur Zonasi, melainkan menggunakan seleksi pembatasan zona, usia, pilihan sekolah, dan waktu mendaftar," ujar Nahdiana.

Untuk diketahui, sejak 2017, dalam Permendikbud No. 17 Pasal 12 dan 13, sudah dinyatakan bahwa usia menjadi kriteria pada proses seleksi Jalur Zonasi. Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI, Hamid Muhammad, yang juga turut hadir dalam jumpa pers mengungkapkan, usia digunakan sebagai kriteria yang netral, dibandingkan dengan nilai ujian atau prestasi akademik yang dulu selalu digunakan sebagai kriteria yang paling utama. (inf)