Parliamentary Threshold Diharapkan Tetap 4 Persen, Ini Alasannya

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Parliamentary Threshold Diharapkan Tetap 4 Persen, Ini Alasannya

Selasa, 07 Juli 2020
Anggota Komisi II DPR dari F-PAN, Guspardi Gaus. (Foto : Kompas.com)

Radarbisnis.com, Jakarta - Regulasi Pemilu sedang dibahas Komisi II DPR RI. Ada banyak klaster masalah yang mengemuka, salah satunya adalah parliamentary threshold (ambang batas masuk parlemen). Fraksi PAN DPR RI tetap mengharapkan di angka 4 persen. Angka ini sudah ideal bagi partai-partai peserta pemilu.


Anggota Komisi II DPR dari F-PAN Guspardi Gaus mengemukakan ini saat menjadi narasumber dalam diskusi Forum Legislasi di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Dengan PT (parliamentary threshold) 4 persen saja, banyak partai politik baru yang tidak bisa masuk parlemen pada Pemilu 2019 lalu.

“Saya dari F-PAN tetap menginginkan 4 persen. Dengan 4 persen saja, 13 juta suara masyarakat tidak punya arti apa-apa. Bahkan, dengan 4 persen, tidak ada satu partai baru pun yang masuk parlemen,” kilahnya. Sebagai anggota Komisi II DPR RI, Guspardi mempertanyakan, mengapa tiba-tiba muncul angka 7 persen untuk PT dalam draf RUU Pemilu. Padahal, konsep awalnya adalah 4 sampai 5 persen. Ia menduga, ada yang memasukkan besaran angka PT ke dalam draf. 



F-PAN, lanjut legislator Sumatera Barat II ini, telah mengajukan konsep DIM yang akan dibahas Komisi II DPR. “Saya menumpangkan harapan bagaimana media, DPR, dan pemerintah punya komitmen yang sama untuk meningkatkan kualitas pemilu,” imbuhnya. RUU ini harus dibawa ke hal postif. Artinya, hak demokrasi rakyat harus betul-betul dirasakan. Pemilu harus berkualitas sesuai keinginan rakyat. (dpr)