Menteri ESDM Menyebut Covid-19 Mempengaruhi Program B30

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Menteri ESDM Menyebut Covid-19 Mempengaruhi Program B30

Rabu, 29 Juli 2020
Menteri ESDM, Arifin Tasrif. (Foto : esdm.go.id)
Radarbisnis.com, Jakarta – Pandemi Covid-19 di ternyata berdampak kepada program B30 yang disiapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Akibatnya, proyeksi serapan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) demi program B30 hanya 8,3 juta kiloliter, lebih rendah dibandingkan proyeksi 9,6 juta kiloliter pada tahun ini.

Menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM F.X. Sutijasoto ada penurunan penyerapan FAME untuk program B30. Perinciannya 95 persen, Maret 95 persen, April 94 persen, dan Juli 87 persen.

Penurunan perkiraan serapan ini karena laporan kebutuhan BBM dari Pertamina mengalami penurunan.

“Namun di kepmen (keputusan menteri ESDM) masih gunakan itu. In case ada perubahan mendasar secara aturan sudah berubah 8,3 juta KL,” kata Sutijastoto dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (28/7/2020).

Ia menambahkan, konsumsi B30 sudah mulai menunjukkan perbaikan. Hal itu sejalan dengan pembukaan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah.

“Dengan ekonomi mulai terbuka, transportasi berkembang, ini yang B30 mulai berkembang lagi kalau dibandinkan dengan Malaysia B20 masih tunda, kita tetep jalan,”  urainya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemanfaatan biodiesel yang menjadi prioritas percepatan capaian bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional melalui mandatori B30 (campuran 30 persen biodiesel pada minyak solar) siap diimplementasikan 2020.

B30 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan impor minyak. Presiden Joko Widodo bahkan mendorong agar Pertamina selaku perusahaan pelat merah di bidang migas memulai program B50.

“Usaha menekan impor solar dilakukan serius. Kalkulasinya, apabila konsisten menerapkan B30, maka devisa yang dihemat Rp 63 triliun. Jumlah yang sangat besar sekali,” ujarnya.

Sedangkan,  Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan Pertamina tidak mengalami kendala yang berarti dalam mengimplementasikan biodiesel.

Yang perlu dilakukan, menurut Nicke, adalah uji coba, bagaimana performa B40 terhadap mesin, yang akan diujicobakan awal tahun 2020. (inf)