Kementerian PUPR Perbaiki 22 Fasilitas Pendidikan di Maluku

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Kementerian PUPR Perbaiki 22 Fasilitas Pendidikan di Maluku

Rabu, 29 Juli 2020
Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo. (Foto : Instagram @johnwempi)
Radarbisnis.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) perbaiki 22 fasilitas pendidikan yang terdiri dari 21 sekolah dan satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Provinsi Maluku. Pasca, rusak diterjang oleh bencana gempa bumi beberapa bulan silam.

“Kementerian PUPR sedang mengerjakan beberapa proyek terkait penanggulangan bencana gempa bumi Ambon, salah satunya adalah rehabilitasi fasilitas pendidikan baik sekolah dan perguruan tinggi. Rehabilitasi ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dikerjakan Kementerian PUPR. Ini juga merupakan harapan Bapak Presiden Joko Widodo agar apa yang kami kerjakan demi kepentingan rakyat,” kata Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo melalui siaran pers yang diterima, Rabu (29/7/2020).

21 sekolah tersebut berada di tiga lokasi yakni 7 sekolah di Kota Ambon, 10 sekolah di Kabupaten Maluku Tengah dan 4 sekolah di Kabupaten Seram Bagian Barat. Rehabilitasi sekolah ini sudah dimulai sejak 27 Januari 2020 dengan anggaran berasal dari APBN yang terbagi ke dalam dua paket pekerjaan, Paket I senilai Rp36,6 miliar dan Paket II Rp8,44 miliar.

Salah satu sekolah yang direhabilitasi adalah SDN 91 Waiheru yang mengalami rusak berat. Rehabilitasi dilakukan dengan pembangunan dua gedung baru masing-masing dibangun enam ruang kelas belajar (RKB).

Di samping itu juga dibangun ruangan baru berukuran 7×8 meter sebagai kantor, renovasi ruang guru dan ruang komputer. Total anggaran rehabilitasi sekolah ini sebesar Rp14,16 miliar.

Kementerian PUPR juga melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi PTKIN di Maluku yakni Gedung Rektorat IAIN Ambon. Saat ini progres fisik rehabilitasi gedung rektorat mencapai 54 persen. Pekerjaan ini mulai dilaksanakan pada Januari dan ditargetkan selesai pada Oktober 2020.

Pekerjaan ini terbagi menjadi dua paket pekerjaan, nilai kontrak Paket I sebesar Rp386 juta dan Paket II sebesar Rp21,1 miliar.

Di samping rehabilitasi gedung rektorat, Kementerian PUPR juga membangun dua gedung lain di IAIN Ambon yakni gedung perpustakaan dan laboratorium MIPA. (inf)