Kemendag Dorong Ekspor Produk Biomassa ke Negeri Sakura

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Kemendag Dorong Ekspor Produk Biomassa ke Negeri Sakura

Kamis, 16 Juli 2020
Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Srie Agustina. (Foto : Instagram @kemendag.go.id)
Radarbisnis.com, Jakarta – Indonesia berpeluang besar memenuhi pasokan kebutuhan biomassa yang dibutuhkan Jepang. Peluang ini terbuka sejalan dengan pencanangan kebijakan energi ramah lingkungan (green energy) oleh pemerintah Jepang dalam Basic Energy Plan 2030 yang menargetkan produksi listrik sebesar 1.065 Twh.

“Revolusi proyek-proyek pembangkit energi di Jepang ke sektor energi terbarukan yang banyak terjadi saat ini membutuhkan pemenuhan pasokan bahan baku biomassa,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Srie Agustina dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2020).

Dalam pemenuhan sektor energi terbarukan tersebut, 3,7 persen sampai 4,6 persen sumber energinya berasal dari bahan baku biomassa. Srie berharap Indonesia dapat memberikan produk yang berkelanjutan, baik dari segi kuantitas, harga, dan terutama kualitas.

“ini membuka peluang bagi Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi hutan dan penghasil minyak kelapa sawit terbesar dunia, untuk mengisi kebutuhan biomassa di Jepang, khususnya yang berasal dari cangkang sawit dan pelet kayu,” terangnya.

Sementara itu, Atase Perdagangan Tokyo Arief Wibisono mengungkapkan, konsumsi cangkang sawit dan pelet kayu di Jepang cukup besar sehingga peluang bagi Indonesia juga luas.
 “Produk biomassa Indonesia tentu memiliki peluang memimpin pasar di Jepang asalkan kualitas dan kuantitas produk kita dapat dipertahankan sesuai standar yang dibutuhkan pasar Jepang,” ujar Arief.

Kepala ITPC Osaka Ichwan Joesoef menambahkan, untuk menjawab tantangan dan isu keberlanjutan produk biomassa Indonesia di pasar Jepang, diperlukan sinergi yang baik dalam komunikasi dan promosi antara Indonesia dan Jepang sehingga mendorong perbaikan kualitas dan standar produk yang diinginkan.

“Diharapkan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha biomassa Indonesia dan Jepang dapat terjalin semakin erat, sehingga Indonesia dapat memanfaatkan peluang ekspor biomassa yang ditawarkan Jepang secara optimal,” pungkas Ichwan. (inf)