Diingatkan, RUU Ciptaker Dapat Jadi Kegagalan Kìnerja Menaker RI

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Diingatkan, RUU Ciptaker Dapat Jadi Kegagalan Kìnerja Menaker RI

Kamis, 16 Juli 2020
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. (Foto : Instagram @idafauziyahnu)
Radarbisnis.com, Jakarta – Hengkangnya sejumlah serikat buruh dari tim teknis dinilai dapat menjadi kegagalan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja (Ciptaker) Klaster Ketenagakerjaan.

“Ini akan menjadikan kegagalan kembali dari Menaker untuk bisa terciptanya UU Ciptaker dalam klaster ketenagakerjaan,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono dalam keterangannya, Kamis (16/7/2020).

Bagaimana tidak, menurut Arief, jika pembahasannya terus dipaksakan, maka itu dapat menimbulkan gejolak politik dan sosial yang luas.

“Serta penolakan dari kaum Buruh dan pekerja,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan bahwa sejumlah serikat buruh dan pekerja mengundurkan diri dari tim teknis RUU Ciptaker. Serikat buruh itu diantaranya adalah KSPSI AGN, KSPI, dan FSP Kahutindo.

Setidaknya ada empat alasan pengunduran diri mereka lakukan. Salah satunya karena kalangan pengusaha dianggap arogan dengan mengembalikan konsep RUU usulan dari serikat pekerja.

Bukan hanya itu, para pengusaha juga dianggap tak mau menyerahkan usulan konsep Apindo dan Kadin secara tertulis.

“Apindo/ Kadin seharusnya lebih bijak dan tidak melulu hanya memperjuangkan kepentingannya saja dalam RUU Ciptaker untuk Klaster ketenagakerjaan,” tekan Arief Poyuono. (rad)