Benarkah Editor Metro TV Bunuh Diri Akibat Depresi dan Percintaan?

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Benarkah Editor Metro TV Bunuh Diri Akibat Depresi dan Percintaan?

Minggu, 26 Juli 2020
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. (Foto : Instagram @yusriyunus_91)
Radarbisnis.com, Jakarta – Tim gabungan Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan dan Polsek Pesanggrahan berhasil ungkap misteri tewasnya Yodi Prabowo editor Metro TV. Berdasarkan bukti dan keterangan saksi, polisi menyimpulkan Yodi Prabowo tewas akibat bunuh diri.

Empat luka tusuk di dada dan satu luka leher yang memotong tenggorokan diduga kuat sebagai penyebab kematian Yodi Prabowo. Aksi nekat itu dilakukannya sendiri pada 7 atau 8 Juli 2020 dini hari. Sedangkan jenazah korban baru ditemukan dalam kondisi telungkup di pinggir Tol JORR Pesanggrahan Jalan Ulujami Raya, Ulujami, kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2020).

Dugaan bunuh diri itu, setelah Polres Metro Jakarta Selatan dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dan penyidikan selama dua pekan sejak korban ditemukan tewas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya (Kombes. Pol. Drs. Yunus Yusri) mengatakan kesimpulan penyebab kematian Yodi Prabowo setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan yang panjang. Diantaranya memeriksa sebanyak 34 saksi, olah TKP dan meminta keterangan ahli. Serta hasil pemeriksaan laboratorium forensik hingga sidik jari dan DNA yang ditemukan pada pisau yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban adalah milik Yodi Prabowo sendiri.

“Hasil sementara dari pemeriksaan Labfor mengenai sidik jari dan DNA yang ditemukan adalah milik korban,” terang Kombes. Pol. Drs. Yunus Yusri. (pol)