Akhirnya Gibran Dituding Rusak Demokrasi dan Kaderisasi PDI-P

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Akhirnya Gibran Dituding Rusak Demokrasi dan Kaderisasi PDI-P

Senin, 27 Juli 2020
Calon Walikota Solo, Gibran Rakabuming. (Foto : Instagram @gibran_rakabuming)
Radarbisnis.com, Jakarta – Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dinilai merusak tatanan demokrasi dan kaderisasi PDI-Perjuangan.

Hal itu diutarakan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin yang melihat kontestasi penetapan calon Walikota Solo telah menunjukan sikap oligarki.

“Seperti itulah kacaukan demokrasi dan kacaukan PDI-P juga. Demokrasi telah dibajak oleh oligarki dan politik dinasti,” kata Ujang kepada RRI.co.id di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Lebih jauh, pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini menduga, bahwa warga Solo sudah mengetahui hal negatif dari dinasti politik yang dilakukan Gibran.

Apalagi, kata Ujang, era keterbukaan informasi sekarang ini telah membuat warga Solo terbuka pandangannya terkait sikap politiknya.

“Mau dijelaskan mau tidak oleh Gibran ke warga Solo. Mau percaya atau tidak warga Solo. Majunya Gibran tetap saja sebagai bagian dari dinasti politik. Jadi dijelaskan pun, tetap warga Solo akan menilai bahwa itu merupakan dinasti politik,” pungkasnya.

“Paham dan sangat paham sekali. Namun tetap Gibran akan menang mudah. Karena dia anak RI-1,” tegasnya.

Sebelumnya, putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka mengaku, tidak mewajibkan warga Solo untuk memilih dirinya dalam pemilihan calon Walikota Solo nanti. Demikian, seperti dikutip rri.co.id (*/rad)