Sapa Nelayan dan Pembudidaya, Menteri Edhy Prabowo Susuri  Pulau Sulawesi

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Sapa Nelayan dan Pembudidaya, Menteri Edhy Prabowo Susuri  Pulau Sulawesi

Senin, 08 Juni 2020
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. (Foto : Instagram @edhy.prabowo)
Radarbisnis.com, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo akan melakukan kunjungan kerja lima hari di Pulau Sulawesi untuk menyapa para nelayan dan pembudidaya. Ada empat provinsi yang akan disambangi mulai dari Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo hingga Sulawesi Utara.

Perjalanan panjang Menteri Edhy dimulai dari Jakarta menuju Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada Senin (8/6/2020). Dari Mamuju, Menteri Edhy bertolak ke Pulau Popoongan, Kepulauan Bala Balakang yang lokasinya di antara Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan.

Di Pulau Popoongan, Menteri Edhy sekaligus memperingati Hari Laut Sedunia dengan menanam pohon vegetasi dan memasang transplantasi terumbu karang. Menteri Edhy juga akan menyapa langsung nelayan dan warga setempat.

Dari Pulau Popoongan, Menteri Edhy melanjutkan perjalanan udara menuju Kota Palu, Sulawesi Tengah. Keesokan harinya Selasa 9 Juni 2020, dia menyerahkan bantuan 4,5 ton ikan segar kepada masyarakat terdampak Covid-19 dan melepas ekspor perdana tuna whole beku ke Jepang.

Masih di hari yang sama, Menteri Edhy melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat untuk menemui pembudidaya dan pelaku usaha perikanan. Salah satu tempat yang akan dikunjungi adalah Tambak Udang Berkelanjutan di Desa Sarjo yang merupakan binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Selanjutnya Menteri Edhy menuju Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ada beberapa tambak yang akan ia sambangi di kabupaten tersebut. Kedatangannya sekaligus untuk berinteraksi dan menyerap masukan dari pembudidaya dan masyarakat di sana.

Dari Parigi Moutong, Menteri Edhy melakukan perjalanan darat melintasi jalan trans Sulawesi menuju Provinsi Gorontalo. Estimasi waktu yang dibutuhkan lebih dari enam jam dan selama itu ada beberapa lokasi tambak yang akan disinggahi.

“Kedatangan Pak Menteri untuk menyapa para pembudidaya juga nelayan. Pak menteri ingin memastikan produksi perikanan tetap berjalanan sekaligus memberi dukungan kepada nelayan, pembudidaya, pelaku usaha di masa pendemi ini,” ujar Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri (BHKLN) KKP, Agung Tri Prasetyo di Jakarta, Senin pagi (8/6/2020). (inf)