PT Garuda Indonesia Tbk Kehilangan Pendapatan dari Pemberangkatan Haji 2020

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

PT Garuda Indonesia Tbk Kehilangan Pendapatan dari Pemberangkatan Haji 2020

Minggu, 07 Juni 2020
Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Satiaputra. (Foto : Instagram @garudaindonesia)

Radarbisnis.com, Jakarta – Pembatalan pemberangkatan Jemaah haji 2020 membuat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kehilangan pendapatan signifikan. Biasanya, flight carrier Indonesia ini menikmati masa-masa pendapatan melonjak, saat liburan akhir tahun, Lebaran dan masa pemberangkatan serta pemulangan jemaah haji. Tahun ini tidak lagi. Menteri Agama Fachrul Razi meniadakan pemberangkatan Jemaah haji 1441 Hijriah.
Dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/6/2020), Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, rute haji berkontribusi 10 persen dari total keseluruhan pendapatan perusahaan. Dengan pembatalan haji itu, otomatis BUMN penerbangan ini kehilangan pendapatan lumayan.
“Reveneu haji 10 persen, tentu saja kehilangan pendapatan signifikan. Dibandingkan hari ini juga turun drastis. Ini pukulan besar bagi Garuda,” ujar Irfan Setiaputra.
Kata Irfan, biasanya Garuda Indonesia menikmati masa-masa pendapatan melonjak, saat liburan akhir tahun, Lebaran dan masa pemberangkatan serta pemulangan jemaah haji. Kondisi saat ini tentu sangat berbanding terbalik dengan yang selalu terjadi sebelumnya. “Biasanya Garuda Indonesia sibuk sekali, ada pelonjakan pendapatan signifikan di masa-masa itu.”
Persentase keuntungan dari rute haji sebenarnya tidak begitu besar. Namun, kata Irfan, dampaknya begitu terasa ke kinerja bisnis maskapai keseluruhan. Untuk penyelenggaraan angkutan haji, seperti tahun-tahun sebelumnya, Garuda melewati audit BPKH dan semua instansi terkait.
“Jadi kami commit untungnya nggak besar. Tapi dari sisi pendapatan tentu saja signifikan, untungnya kita belum ada deal-deal untuk haji tahun ini,” katanya.
Apapun keputusannya, Garuda Indonesia akan tunduk, dan mematuhinya. Garuda siap membatalkan angkutan khusus jemaah haji tahun ini, setelah Kementerian Agama membatalkan Ibadah Haji lantaran pandemi virus corona. Garuda siap mencari sumber pendapatan lain untuk menutupinya.
Dalam keterangannya kepada pers, Selasa (2/6/2020), Irfan Setiaputra mengatakan, siap mengikuti keputusan pemerintah. Itu berarti siap membatalkan rencana penerbangan ibadah haji tahun ini.
Meski sudah mempersiapkan armada untuk mengangkut penumpang ke Tanah Suci pada musim haji 1441 Hijriah, Irfan memastikan perusahaan belum mengeluarkan dana, seperti down payment, untuk angkutan khusus ini.
Data tahun 2019 menunjukkan, Garuda Indonesia dan anak perusahaannya mengangkut 111.071 jemaah haji Indonesia. Seluruh jemaah itu diterbangkan menggunakan 14 armada secara bertahap.
Seperti diketahui pemerintah mengumumkan pembatalan penyelenggaraan haji 2020. Menteri Agama Fahcrul Razi, mengatakan kebijakan itu terpaksa diambil, meski berat, karena pandemi covid-19, yang berdampak pada semua aspek, tidak hanya kesehatan, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, dan keagamaan. (mit)