Pengurangan ASN Harus Dikaji Matang, Cara yang Bermartabat

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Pengurangan ASN Harus Dikaji Matang, Cara yang Bermartabat

Senin, 22 Juni 2020
Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Zudan Arif Fakrulloh. (Foto : Instagram @zudanarifofficial)
Radarbisnis.com, Jakarta - Wacana pengurangan aparatur sipil negara (ASN) yang tidak diperlukan, harus melalui kajian dan simulasi yang matang.Selain itu, pengurangan ASN juga harus dengan cara bermartabat.  Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Zudan Arif Fakrulloh, melalu keterangan tertulisnya, Sabtu (20/6/2020).

"Yang disampaikan Pak Menpan-RB kami senang sekali, ada namanya pengurangan ASN dengan cara bermartabat, barang kali Pak Menpan bisa lebih menjelaskan," ujar Zudan.

Zudan yang juga Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini menyatakan, pengurangan ASN dengan cara bermartabat itu bisa saja dengan memberi penawaran kompensasi pemberhentian bagi ASN yang dinilai tidak diperlukan.

"Apakah bermartabat diberi uang saku berapa gitu, berapa puluh kali dari penghasilan atau berapa puluh kali dari tunjangan kinerja, ditawarkan saja, silahkan pemerintah menawarkan siapa yang mau berhenti sebagai ASN dapat tunjangan sekian," urainya.

Namun Zudan menilai, opsi pengurangan itu menjadi pilihan terakhir, setelah lembaga atau institusi mengoptimalkan ASN yang tidak produktif tersebut.

Karena itu, lembaga sebaiknya lebih dahulu melakukan pemetaan terhadap kebutuhan dan potensi pegawai ASN di lingkungannya. (inf)