Penerapan Protokol New Normal agar Diperhitungkan Pemerintah Secara Matang

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Penerapan Protokol New Normal agar Diperhitungkan Pemerintah Secara Matang

Senin, 01 Juni 2020
Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti. (Foto : Instagram @novitawijayanti360)


Radarbisnis.com, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti mengingatkan Pemerintah memperhitungkan secara matang rencana menerapkan protokol Tatanan Normal Baru dan Aman Covid-19 atau new normal di tengah pandemi saat-saat ini. Untuk itu, Novita menegaskan meski ke depannya berstatus new normal, namun ia mengingatkan agar seluruh elemen tetap menerapkan standar protokol kesehatan dalam setiap kegiatan di luar rumah.
“Ya mulai jalankan normal, tapi harus dengan tetap menjaga jarak dan kebersihan. Pemerintah juga harus menyiapkan fasilitas Rumah Sakit (RS) yang memadai dan kapasitasnya lebih untuk antisipasi yang terkena (virus Covid-19). Karena, pergerakan aktifitas masyarakat yang kembali tidak menutup kemungkinan akan bertambahnya terpapar,” ujar Novita dalam rilis yang diterima Parlementaria, baru-baru ini.
Selain itu, politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut meminta Pemerintah mengurungkan niatnya mengenai adanya wacana kegiatan sekolah kembali dibuka untuk aktifitas belajar mengajar lagi. Meski, sambung Novita, dalam pelaksanaannya dibarengi dengan protokol kesehatan sekalipun. “Khusus untuk sekolah, anak-anak kadang belum bisa maksimal lebih baik dalam penerapan protokol kesehatan. Karena itu, jangan ambil risiko untuk memulai berangkat sekolah kalau belum ada jaminan,” tandas Novita.
Pimpinan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI ini lebih menyarankan agar pelaksanan kegiatan pendidikan tetap dilakukan secara virtual. Hal ini, mengingat anak-anak tetap bisa belajar meski tidak bersekolah secara fisik. “Kalau perekonomian mungkin urgent untuk segera dilakukan di tengah pandemi karena mempengaruhi kehidupan,” pungkas legislator dapil Purwokerto dan Cilacap itu. (par) #mediamelawancovid19