OJK Tata Ulang Pendanaan Yang Dilakukan Perusahaan Efek (PE) ke Investor

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

OJK Tata Ulang Pendanaan Yang Dilakukan Perusahaan Efek (PE) ke Investor

Sabtu, 06 Juni 2020
GedungIJK Jakarta. (Foto: Instagram @ojkindonesia)
Radarbisnis.com, Jakarta – Lembaga Negara yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan termasuk didalamnya adalah pasar modal yaitu  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menata ulang kegiatan pendanaan yang dilakukan Perusahaan Efek.

Hal itu tertuang dalam Rancangan Peraturan OJK tentang Kualitas Pendanaan Perusahaan Efek (PE) Mengutip rancangan POJK tentang Kualitas Pendanaan Efek pada laman OJK, Rabu (3/6/2020), dijelaskan bahwa, OJK melihat operasional Perusahaan Efek (PE) terdapat beberapa kegiatan pendanaan yang dijalankan oleh Perusahaan Efek yang memiiki manfaat untuk mendorong peningkatan likuiditas transaksi efek. Tapi di sisi lain, tentunya kegiatan ini memiliki risiko yang harus dimitigasi.

“Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan adanya suatu regulasi yang menetapkan kualitas pendanaan yang diberikan oleh Perusahaan Efek,” sebut OJK

Jelasnya, dalam Pasal 2 mewajibkan PE melakukan penilaian terhadap kualitas pendanaan. Hasil penilaian tersebut wajib dilaporkan kepada OJK melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Dalam rancangan itu juga diuraikan tiga kategori investor berdasarkan pemenuhan kewajibannya pada saa transaksi marjin, repo dan pendanaan PE atas transaksi Reguler tersebut adalah lancar, kurang lancar dan macet.

Lebih jauh, disebutkan dalam Pasal 8 bahwa investor transaksi marjin disebut lancar apabila total eksposur investor lebih kecil dari total jaminannya, dan total eksposur investor lebih besar dari total jaminan nasabah dalam waktu kurang dari lima hari.

Sedangkan untuk kategori kurang lancar, apabila total eksposur nasabah lebih besar dari total jaminan nasabah selama lima hari hingga sampai dengan 25 hari bursa. (mit)