Nicke Widyawati Masih Dianggap yang Terbaik untuk Posisi Dirut Pertamina

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Nicke Widyawati Masih Dianggap yang Terbaik untuk Posisi Dirut Pertamina

Senin, 15 Juni 2020
Direktur utama PT Pertamina, Nicke Widyawati. (Foto : Instagram @nicke.widyawati)
Radarbisnis.com, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menganggap Nicke Widyawati tetap yang terbaik. Karena itu, pemerintah bakal mempertahankannya di posisi Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Akan ada perombakan, sekaligus restrukturisasi di tubuh BUMN migas tersebut. Dari 11 anggota direksi saat ini, akan dipangkas menjadi lima saja.

Menteri BUMN Erick Thohir mengemukakan hal tersebut dalam konferensi pers virtual, Jumat (12/6/2020).

Nicke Widyawati tetap sebagai direktur utama PT Pertamina, karena dianggap memiliki integritas yang baik serta memiliki arah kebijakan jelas. Dari beberapa nama yang diajukan sebagai direktur utama, Erick menegaskan, Nicke menjadi kandidat terbaik. Karena itulah, pemerintah sebagai pemilik saham BUMN itu, memutuskan memperpanjang posisinya.

“Nama-nama lain yang ada dalam paper yang saya terima ada, tetapi saya tidak mau buka. Nanti ada politisasi, seakan-akan pemilihan ini ada aneh-anehnya. Tetapi, alhamdulillah ibu Nicke masih yang terbaik,” ujar Erick Thohir.

Tetap menjadi direktur utama Pertamina, Erick memberikan PR (pekerjaan rumah) bagi Nicke untuk dapat meng-IPO-kan (initial public offering) minimal dua perusahaan anggota subholding dalam dua tahun kedepan. Tugas besar ini menjadi salah satu Key Performance Indicator (KPI) bagi Nicke apakah bisa mewujudkannya atau tidak.

Terkait dengan pemangkasan direksi dari 11 menjadi hanya lima, Kementerian BUMN ingin agar PT Pertamina (Persero) benar-benar fokus pada bisnis intinya. Dalam penilaian Erick, banyaknya jumlsh direksi membuat Pertamina tidak optimal dalam menjalankan fungsi usaha yang menjadi tujuan utamanya.

Terkait dengan orang-orang yang ditunjuk Erick sebagai pemegang jabatan direksi, diyakini telah melalui berbagai penilaian ketat. Pemerintah, kata Erick, ingin memastikan semua BUMN focus ke core business-nya. “Kami juga mau konsisten program restrukturisasi konsolidasi di BUMN dan yang penting lagi juga diharapkan dengan dua hal ini ada KPI yang baik. (emi)