Menteri KKP Edhi Prabowo Optimis Budidaya Ikan Air Tawar Berkembang

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Menteri KKP Edhi Prabowo Optimis Budidaya Ikan Air Tawar Berkembang

Minggu, 14 Juni 2020
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. (Foto : Instagram @edhy.prabowo)
Radarbisnis.com, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo melakukan peninjauan ke kawasan budidaya ikan nila milik masyarakat Desa Tetey, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara. Kunjungan ini merupakan penutup rangkaian kunjungan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama lima hari di Pulau Sulawesi dengan menyambangi Kabupaten Mamuju, Kota Palu, Kabupaten Pasangkayu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Gorontalo Utara, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Utara.

Dalam sambutannya Menteri Edhy menyatakan bahwa pelaku usaha perikanan tidak perlu khawatir meskipun wabah Covid tengah melanda dunia. Pemerintah hadir melalui KKP untuk bekerja bersama rakyat dengan cara menggandeng berbagai pihak untuk dapat bersama-sama menghadapinya.

“Permasalahan seperti pemasaran produk perikanan baik budidaya maupun tangkap telah kami carikan solusinya yakni dengan menggandeng Kementerian BUMN untuk membackup hasil produksi. Melalui Perindo, Perinus maupun Kliring Berjangka, kami yakin hasil produksi perikanan dapat terserap, karena sudah disiapkan anggaran yang cukup banyak untuk mengatasi hal ini” jelas Edhy, Sabtu (13/6/2020).

Menteri Edhy menegaskan melalui kolaborasi serta kerjasama, tidak ada yang tidak mungkin, program akan sukses. KKP siap membantu akses permodalan melalui BLU LPMUKP dan KUR.

Menteri Edhy juga menambahkan bahwa dirinya optimis Indonesia dapat segera bangkit melalui industri sektor kelautan dan perikanan yang menjadi andalan pada masa yang akan datang. Harga udang yang mencetak rekor tertinggi walaupun di tengah wabah yang melanda menjadi bukti nyata bahwa pasar global memiliki permintaan yang tinggi terhadap produk perikanan Indonesia. “Saya yakin hal yang sama juga akan terjadi pada produk ikan air tawar, namun diperlukan sistem yang lebih baik agar dapat terwujud,” lanjut Edhy.

“Dengan kedatangan KKP langsung ke tengah masyarakat, kami harap dapat memecahkan berbagai masalah yang ada di sektor kelautan dan perikanan serta membuat Indonesia menjadi pemenang dalam menghadapi pandemi Covid,” pungkas Edhy.

Menurut data sangat sementara dari KKP, produksi ikan nila di Sulawesi Utara dalam kurun waktu 2015-2019 mengalami peningkatan sebesar 16,98%. Sedangkan dalam kurun waktu yang sama untuk produksi ikan nila nasional juga mengalami kenaikan sebanyak 5,45%. (inf)