Lippo Karawaci PHK 676 Karyawan, 615 Orang dan Potong 50 Persen Gaji

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Lippo Karawaci PHK 676 Karyawan, 615 Orang dan Potong 50 Persen Gaji

Sabtu, 06 Juni 2020
PT Lippo Karawaci PHK 676 Karyawan, 615 Orang Potong 50 Persen Gaji Imbas Covid-19. (Foto: lippokarawaci.co.id)
Radarbisnis.com, Jakarta –  PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 676 orang karyawannya. Hal itu karena terjadi penghentian sementara operasional sebagian bisnis yang dijalani Lippo Karawaci.

Manajemen Lippo Karawaci dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/6/2020) sore, mengatakan pusat perbelanjaan yang dimiliki maupun dikelola sementara dihentikan kegiatan operasionalnya. Hal itu mengikuti ketentuan pemerintah pusat maupun daerah sehubungan dengan PSBB di Pandemi Covid-19.

Selain itu, beberapa hotel yang dimiliki maupun dikelola, juga sementara waktu ditutup oleh Lippo Karawaci. Hal itu sebagai upaya mengurangi beban operasional. Alhasil, perusahaan terpaksan melakukan PHK karyawan. “Parkir yang dikelola sebagian besar dihentikan kegiatan operasionalnya mengikuti (penutupan) pusat perbelanjaan dan hotel,” kata manajemen.

Adapun, penghentian operasional pada beberapa lini bisnis perusahaan tersebut sebenarnya berkontribusi sekitar 25 persen dari total pendapatan perusahaan tahun lalu. Sehingga, perusahaan memperkirakan bahwa pendapatan dan laba bersih periode Maret-April 2020 akan turun 25 persen.

Selain melakukan PHK, Lippo Karawaci juga merumahkan 73 karyawannya pada periode sejak awal tahun ini, karena bisnisnya terdampak pandemi virus corona atau Covid-19. Selain itu, 619 karyawan juga terkena imbas pemotongan gaji 50 persen.

Saat ini, total karyawan Lippo Karawaci sebanyak 14.927 orang. Manajemen Lippo Karawaci mengaku terus melakukan strategi dalam mempertahankan kelangsungan usahanya di tengah pandemi corona.

Beberapa langkah yang dilakukan adalah dengan menjaga kestabilan kas, merampingkan biaya, dan mencari channel baru. (ten)