Ketua Kahgama Desak Usut Tuntas Teror Terhadap Mahasiswa Dosen

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Ketua Kahgama Desak Usut Tuntas Teror Terhadap Mahasiswa Dosen

Senin, 01 Juni 2020
Ketua Keluarga Alumni Fakultas Hukum Gadjah Mada (KAHGAMA), Otto Hasibuan. (Foto: Instagram @ottohasibuanprivate)
Radarbisnis.com, Jakarta – Ketua Keluarga Alumni Fakultas Hukum Gadjah Mada (KAHGAMA) Otto Hasibuan meminta kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku teror ancaman pembunuhan terhadap mahasiswa Universitas Gajah Mada dan dosen Universitas Islam Indonesia Yogjakarta.

“Teror tersebut selain kriminal juga dapat membungkam kebebasan berpendapat dan kebebasan mimbar yang diatur dalam undang-undang dasar. Sepanjang diskusi tersebut tidak ada yang bertentangan dengan hukum, ketertiban umum dan kesusilaan maka itu sah dan tidak boleh boleh dilarang,” kata Ketua Alumni Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada , Prof Otto Hasibuan, di Jakarta.

“Di jaman orde baru saja tidak separah itu,” tambahnya.

Otto menceritakan pengalamannya sewaktu menjadi utusan UGM mengikuti diskusi dalam acara peringatan konferensi Asia Afrika yang diadakan universitas Padjajaran pada tahun 1979 di Bandung.

“Dulu tahun 79 ketika masih mahasiswa saya malah pernah diutus oleh Rektor UGM Prof Sukaji Ranuwihardjo mewakili UGM menghadiri acara diskusi di Unpad Bandung pada acara peringatan konferensi asia afrika di Bandung. Bahkan saya di biayai oleh universitas dengan memberikan biaya tiket kereta api, padahal rektor tau kita mahasiswa tetap saja kritis terhadap pemerintah pada waktu itu. Artinya universitas sangat menghormati kebebasan berpendapat dan mendorong kreatifitas mahasiswa dalam menuntut ilmu,” jelas Otto.

Lebih lanjut Otto menegaskan kepolisian harus cepat bertindak mengungkap para pelaku teror tersebut karena dapat merusak citra presiden Jokowi dan dapat mencederai hukum dan keadilan.

“Ini kalau tidak diungkap cepat akan merugikan nama baik presiden Jokowi dan Kepolisian. Terlebih lagi pola terornya juga sama dengan teror terhadap wartawan detik com. Apakah itu dilakukan oleh pihak yang sama perlu diusut. Saya yakin presiden tidak tau menahu soal ini. Oleh karena itu teror ini harus cepat dibongkar demi menjaga nama baik Presiden,” lanjut Otto. (*/bud)