Jurnalis Diminta Lebih Banyak Pemberitaan Positif Terkait Covid-19

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Jurnalis Diminta Lebih Banyak Pemberitaan Positif Terkait Covid-19

Senin, 22 Juni 2020
Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid. (Foto : Instagram @meutya_hafid)


Radarbisnis.com, Jakarta  - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, meminta pada para jurnalis dari berbagai jenis media membuat lebih banyak pemberitaan positif terkait dengan penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di berbagai wilayah.

"Saya mendengar dari masyarakat, pemberitaan yang saat ini disiarkan cenderung menakut-nakuti masyarakat," ujar Meutya Hafid melalui Webinar Diseminasi Informasi di Era Pandemui Covid-19 pada Minggu (21/6/2020). Webinar yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama DPR RI diikuti oleh para jurnalis dari Provinsi Sumatra Utara dan Lampung.

Menurut dia, porsi pemberitaan ke arah yang lebih positif dalam hal penanganan Covid-19 harus lebih banyak. Agar, mampu memberikan dorongan moril kepada setiap individu dalam melakukan kegiatannya di tengah pandemi. Sebaliknya,  jangan sampai informasi yang diberikan justru membuat masyarakat lebih takut dalam melakukan aktivitas.

"Jumlahnya berita positif jangan sama 50 persen dengan berita negatif, harus lebih banyak yang positifnya," imbuhnya.

Apabila, porsi berita negatif dan positif memiliki jumlah yang sama. Maka, masyarakat tetap akan lebih mengingat berita yang memiliki unsur-unsur negatif. Jadi, salah satu solusinya adalah porsi berita positif harus lebih banyak yang beredar di berbagai kanal komunikasi.

"Berita positif akan lebih sulit untuk diingat pada masyarakat," tuturnya.

Dalam mendorong hal di atas, lanjut Meutya, pihaknya tengah berkoordinasi secara intensif dengan para pemangku kepengtingan yang berkaitan dengan dunia jurnalistik di dalam negeri. Agar, pemberitaan positif terkait dengan penanganan Covid-19 dapat lebih diutamakan di tengah pandemi.

"Kami berkomitmen dengan Komisi Penyiaran Pusat (KPI) dan Dewan Pers mendukung langkah penanganan Covid-19 dengan tetap memperhatikan kode etik jurnalistik," katanya. (pol)