Intiland Development Tbk (DILD) Raih Laba Rp 84 Miliar di Kuartal I-2020

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Intiland Development Tbk (DILD) Raih Laba Rp 84 Miliar di Kuartal I-2020

Senin, 15 Juni 2020
Intiland Development Raih Laba Rp 84 Miliar. (Foto : Instagram @intilanddev)
Radarbisnis.com, Jakarta – Perusahaan property PT Intiland Development Tbk (DILD) pada akhir kuartal I tahun 2020 mencatatkan laba bersih sebesar Rp84,4 miliar atau naik 74,74 persen dibanding kuartal I 2019, mencatatkan laba bersih sebesar Rp48,3 miliar.

Dalam laporan keuangan kuartal I 2020 tanpa audit yang disampaikan ke BEI Jumat (12/6/2020) disebutkan, pendapatan di kuartal I tahun 2020 sebesar Rp830,55 miliar atau turun 6,43 persen dibanding akhir Maret 2019 yang tercatat sebesar Rp877,61 miliar.

Tapi beban Pokok penjualan dan beban langsung tercatat Rp482,88 miliar atau turun 15,99 persen dibanding kuartal I 2019 tercatat Rp574,58 miliar.

Laba kotor naik 11,13 persen menjadi Rp347,88 miliar dari laba kotor Rp313,03 miliar.Beban usaha turun 12,37 persen menjadi Rp112,94 miliar dari Rp128,88 miliar dan laba usaha naik 27,58 persen menjadi Rp234,95 miliar dari laba usaha Rp184,16 miliar tahun sebelumnya dan beban lain-lain bersih naik 72,85 persen jadi Rp156,54 miliar dari Rp90,70 miliar.

Laba sebelum pajak penghasilan turun 20,80 persen menjadi Rp53,08 miliar dari laba sebelum pajak Rp70,36 miliar.Laba per saham dasar naik jadi Rp8 per 31 Maret 2020 dari Rp5 per saham dasar pada periode yang sama 2019.

Pada sisi ekuitas tercatat Rp6,02 triliun atau turun 16,71% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp7,23 triliun.

Liabilitas DILD tercatat sebesar Rp9,9 triliun atau mengalami peningkatan 31,29 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp7,54 triliun.

Sehingga aset perseroan tercatat senilai Rp15,92 triliun atau naik 7,78 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat senilai Rp14,77 triliun.

kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar minus Rp16,35 miliar atau membaik dibandingkan kuartal I 2019, yang tercatat minus Rp118,3 miliar

Namun pada kas dan setara kas akhir periode yang dimiliki oleh perseroan sebesar Rp1,425 triliun tumbuh 29,78 persen dari Rp1,098 triliun. (ten)