Ini Komitten BI untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Pandemi

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Ini Komitten BI untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Pandemi

Jumat, 19 Juni 2020
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: Instagram @bank_indonesia)
Bisnispost.com, Jakarta -  Bank Indonesia konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Itu terlihat dari Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2020, menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) menjadi sebesar 4,25 persen.

“Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi di era Covid-19. Ke depan, Bank Indonesia tetap melihat ruang penurunan suku bunga seiring rendahnya tekanan inflasi, terjaganya stabilitas eksternal, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kamis (18/6/2020).

Penurunan bunga acuan BI ini juga sejalan dengan Konsensus pasar yang menghasilkan median BI 7 Day Reverse Repo Rate berada di 4,25 persen, atau turun 25 basis poin (bps) dari posisi sat ini.
Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pelonggaran likuiditas (quantitative easing) akan terus dilanjutkan. Bank Indonesia juga memutuskan memberikan jasa giro kepada bank yang memenuhi kewajiban GWM dalam Rupiah baik secara harian dan rata-rata sebesar 1,5 persen per tahun dengan bagian yang diperhitungkan untuk mendapat jasa giro 3 persen dari DPK, efektif berlaku 1 Agustus 2020.

Perry Warjiyo mengungkapkan, Bank Indonesia akan memperkuat bauran kebijakan serta bersinergi erat mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan secara terkoordinasi dengan Pemerintah dan KSSK. Sasarannya, menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta pemulihan ekonomi nasional.

Dalam hal ini, Bank Indonesia berkomitmen untuk pendanaan APBN melalui pembelian SBN dari pasar perdana maupun penyediaan dana likuiditas bagi perbankan untuk kelancaran program restrukturisasi kredit (pembiayaan) dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional.


Pertumbuhan ekonomi nasional diprakirakan menurun pada triwulan II tahun 2020, meskipun perkembangan terkini menunjukkan tekanan mulai berkurang. Ekspor menurun sejalan dengan kontraksi perekonomian global, sedangkan konsumsi rumah tangga dan investasi menurun sejalan dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengurangi akitivitas ekonomi. (ten)