DPR Sebut Pertanian Juga Sektor Terbesar yang Terdampak Pandemi

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

DPR Sebut Pertanian Juga Sektor Terbesar yang Terdampak Pandemi

Kamis, 18 Juni 2020

 Pemerintah harus lebih memperhatikan kesejahteraan petani di masa pandemi. (Foto : Instagram @petani.indonesia)

Radarbisnis.com, Jakarta 
- Anggota Komisi IV DPR RI Charles Meikyansah menilai salah satu sektor yang sangat terdampak pandemi Covid-19 dan perlu mendapatkan perhatian pemerintah adalah sektor pertanian. Dimana, sektor ini merupakan yang terbesar dan berpengaruh terhadap hajat hidup masyarakat.


“Pada masa Pandemi Covid-19 terjadi penurunan kesejahteraan petani, yang dapat dilihat berdasarkan data Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) yang mengalami penurunan. Penurunan NTP sebesar 102,09 atau turun 1,22 persen dibandingkan dengan NTP bulan sebelumnya,” jelas Charles dalam pesan singkatnya, Rabu (17/6/2020).

Ditambahkan Charles, penurunan NTP terjadi karena adanya penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) yaitu sebesar 1,08 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,14 persen. Data NTUP pada Maret 2020 menunjukkan adanya penurunan sebesar 102,90 atau turun 1,18 persen dibandingkan dengan NTUP bulan sebelumnya.



Berkaca pada data tersebut, lanjutnya, Pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan petani dengan cara melakukan intervensi kebijakan yang berpihak kepada petani. Penurunan NTP dan NTUP berdampak tidak baik terhadap petani, khususnya di tengah perlambatan ekonomi di tengah pandemi saat ini.



Dalam kondisi krisis seperti sekarang ini, menurut Charles diperlukan keberpihakan terhadap kelompok rentan. Mengingkat sebagian besar dari penduduk Indonesia berprofesi sebagai petani. Data dari Food Agricultural and Organization (FAO) tahun 2018 menunjukkan bahwa 93 persen mayoritas petani Indonesia adalah petani kecil (smallholder farmers).



“Hingga saat ini masih terdapat 88 kabupaten/kota rentan pangan, sebagaimana dilansir oleh Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) pada tahun 2018 lalu. Sebagian besar daerah rentan pangan tersebut terletak di wilayah timur Indonesia. Masalah ini semakin serius dengan adanya pandemi Covid-19 yang mengancam perekonomian dunia, termasuk Indonesia,” jelas Politisi dari Fraksi Nasdem ini.



Sehingga, langkah strategis harus segera dilakukan untuk memastikan daerah-daerah rawan pangan bisa melewati masa pandemi ini dengan keadaan yang baik, tanpa adanya permasalahan di sektor pangan. Untuk itu, produksi pertanian untuk mencukupi kebutuhan di daerah-daerah rentan pangan. Tentu jalur distribusi (supply-chain) dipastikan agar tidak ada kendala dalam distribusi kebutuhan pangan.



“Kebijakan yang tepat di sektor pertanian sangat penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi, misalnya dengan cara pembelian alat dan mesin pertanian (alsintan) yang kemudian berdampak terhadap produksi yang meningkat. Keberhasilan Kementerian Pertanian dalam menjaga performa baiknya sangat berpengaruh terhadap ekonomi nasional,” pungkasnya. (dpr)