Cita Mineral (CITA) Fokus Eksplorasi Mineral Bauksit di Mei 2020

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Cita Mineral (CITA) Fokus Eksplorasi Mineral Bauksit di Mei 2020

Minggu, 14 Juni 2020
Kegiatan eksplorasi yang dilakukan adalah setting, sampling dan penggalian test pit. (Foto : Inilah.com)


Radarbisnis.com, Jakarta - Kegiatan eksplorasi pada PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) dan Entitas Anak pada bulan Mei 2020 fokus pada komoditas Bauksit dan dilakukan pada beberapa area of interes melalui anak usaha perseroan PT Sandai Karya Utama (SKU).

Laporan Eksplorasi Bulanan Yang disampaikan Kepada BEI Jumat (12/6/2020) Yusak Lumba Pardede Corporate Secretary CITA mengatakan, Studi Literatur meliputi pengumpulan data-data dari para peneliti terdahulu, penelitian peta-peta geologi dan laporan yang sudah ada. Ketiga hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui secara garis besar prospek penyebaran bauksit (Al), keadaan topografi permukaan dan infrastruktur dengan anggaran yang keluarkan sebesar Rp173,70 juta.

Kegiatan eksplorasi di Entitas Anak Perusahaan HPAM untuk wilayah Sandai untuk periode bulan Mei 2020 berupa kegiatan test pit yang dilakukan di wilayah PT Sandai Karya Utama (SKU). Total test pit yang tergali sebanyak 143 lubang pada Blok Penjawaan, Sandai Kiri dan sekitarnya. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan adalah setting, sampling dan penggalian test pit dengan grid 200 x 200 m, 100 x 100 m, 50 x 50 m dengan total test pit dan sampel yang diperoleh sebanyak 143 lubang dan 350 sample di Blok Penjawaan , Sandai kiri dan sekitarnya.

Walaupun adanya pembatasan kuota ekspor dan peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral yang berdampak pada kapasitas produksi yang belum optimal, CITA dan Entitas Anak memutuskan untuk menjalankan kembali kegiatan eksplorasi di lokasi SKU setelah sebelumnya sempat menghentikan kegiatan dibeberapa lokasinya. Kegiatan eksplorasi saat ini baru berjalan kembali di lokasi Daerah Penjawaan, Sandai Kiri dan sekitarnya yang termasuk didalam Ijin Usaha Pertambangan SKU.

Namun Sehubungan dengan adanya pembatasan kuota ekspor yang berdampak pada menurunnya kapasitas produksi, maka Perusahaan memilih lokasi tambang yang lebih dekat dengan kawasan pabrik pengolahan bauksit,pada sisi yang alain Manajemen Entitas Anak perseroan yaitu PT KUTJ memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan eksplorasi disemua lokasi hingga tahun 2020. (mit)