Akhirnya 500 TKA Asal China Tetap akan Masuk Sulawesi Tenggara

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Akhirnya 500 TKA Asal China Tetap akan Masuk Sulawesi Tenggara

Kamis, 18 Juni 2020
Gubernur Sultra, Ali Mazi. (Foto : Instagram @_alimazi)
Radarbisnis.com, Jakarta –  Pintu sudah terbuka bagi 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Sulawesi Tenggara. Setelah mengantongi izin, rencananya secara bertahap mereka akan ke Kabupaten Konawe, Sultra. Tahap pertama, 146 orang, didampingi empat tenaga medis dijadwalkan tiba Selasa (23/6/2020). Di tengah pandemi covid-19, pemerintah daerah, dan masyarakat sempat menolak kedatangan TKA ini, sampai menimbulkan kehebohan nasional.
Dalam keterangannya yang dikutip Rabu (17/6/2020), Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi menjelaskan soal perubahan sikap, dan kesediaan pihaknya menerima kehadiran para pekerja asing itu. Menurut dia, pemerintah pusat sudah mengizinkan 500 TKA itu untuk bekerja di wilayah kekuasaannya. “Pemerintah daerah tidak boleh bertentangan dengan pemerintah pusat.”
Gubernur Ali menyebutkan, 500 warga China itu sudah mendapat izin pemerintah pusat untuk membangun smelter di Konawe. Dengan semangat itu Ali menilai, kedatangan para pekerja asing itu untuk mendukung investasi di Sulawesi Tenggara. Dengan begitu nantinya, memasuki tatanan kehidupan baru pasca-Covid-19, daerah bisa bangkit.
Meski begitu, Gubernur Ali mensyaratkan seluruh TKA asal China yang akan membangun smelter di daerahnya itu harus menjalani protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19). Para TKA itu harus menjalani karantina terlebih dahulu sebelum boleh bekerja.
Seperti diketahui, sebelumnya Gubernur Ali  Mazi, dan pihak DPRD Sulawesi Tenggara satu suara menolak kedatangan 500 TKA China yang akan bekerja di Konawe. Menurut Ali Mazi, penolakan itu dilakukan karena bertentangan dengan susana kebatinan masyarakat Sultra yang tengah berjuang melawan pandemi virus yang disebut-sebut berasal dari Wuhan, Hubei, China itu.
Akhir April lalu, Ali mengaku, setelah mengetahui informasi kedatangan 500 TKA itu, dan munculnya aksi protes, pihaknya menggelar rapat dengan mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga DPRD, Danrem, Kapolda, Imigrasi. Kesimpulan rapat, forum berkeberatan untuk kebijakan memasukkan kembali 500 TKA asal China itu.
Kini, setelah mendapat penjelasan lebih rinci, pemerintah daerah, dan masyarakat sepakat kembali menerima kedatangan mereka. Jadi, tiada lagi halangan bagi 500 TKA asal China memasuki wilayah Sulawesi Tenggara. Gubernur Ali Mazi menjelaskan, keputusan besar itu disepakati usai rapat koordinasi (rakor) bidang ketenagakerjaan di aula Merah Putih, rumah jabatan Gubernur Sultra, di Kendari, Jumat (12/6/2020). (ten)