Pertamina-Sinergi BUMN Salurkan 3.894 Paket Bantuan untuk Masyarakat

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Pertamina-Sinergi BUMN Salurkan 3.894 Paket Bantuan untuk Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2020
Gedung Pertamina Jakarta. (Foto: Instagram @pertamina)
Bisnispost.com, Jayapura – PT Pertamina (Persero) bersama Sinergi BUMN menyalurkan 3.894 paket bantuan tanggap Covid-19 senilai total Rp400 juta secara serentak ke tujuh kabupaten/kota di Maluku.
​​
Unit Manager Communication, Relations and CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero) Edi Mangun di Jayapura, Jumat (22/5/2020), mengatakan bantuan itu merupakan wujud komitmen dan kontribusi terhadap upaya penanggulangan Covid-19 melalui kegiatan Sinergi BUMN di wilayah Maluku.
“Pertamina bersama dengan 40 BUMN lainnya melakukan sinergi untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia sebagai bentuk kegiatan tanggap Covid-19 dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat yang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Bantuan berupa paket sembako sejumlah total 465.893 paket yang didistribusikan di 19 provinsi di tahap kedua ini, termasuk di Maluku,” katanya.
Menurut Edi, paket bantuan yang diserahkan PT Pertamina  disediakan oleh Bulog dan didistribusikan kepada masyarakat Maluku melalui BUMN Koordinator Satgas Provinsi Maluku yang dipimpin oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) serta Satgas Kabupaten/Kota di masing-masing lokasi yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Pos Indonesia (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pelayaran Indonesia (Persero), PT Pegadaian (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
“Untuk Provinsi Maluku, bantuan secara serentak diserahkan Pertamina di wilayah Kabupaten Buru, Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, Seram Bagian Barat, dan Seram Bagian Timur,” ujarnya.
Dia menjelaskan bantuan diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga diharapkan dapat tepat sasaran dan guna untuk meringankan beban masyarakat di saat pandemi Covid-19.
“Selain itu, metode penyaluran bantuan tidak dilakukan dengan mengumpulkan massa, namun dengan tetap menerapkan social distancing serta menyesuaikan situasi dan kondisi pandemi Covid-19,” katanya lagi. (ant)