Pandemi Covid-19 Jadi Momen Mendongkrak Bisnis Hortikultura

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Pandemi Covid-19 Jadi Momen Mendongkrak Bisnis Hortikultura

Minggu, 17 Mei 2020
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Instagram @kementerianpertanian)
Radarbisnis.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 menjadi momentum membangkitkan sektor komoditas hortikultura. Pasalnya, tingkat konsumsi buah-buahan dan sayuran saat ini menjadi prioritas. Masyarakat semakin sadar akan manfaat buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin, guna meningkatkan daya imun tubuh.
 
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo tetap optimis bahwa komoditas pertanian Indonesia bisa tetap stabil. Bahkan sejak diumumkan pertamakali adanya kasus infeksi Covid-19 pada awal Maret 2020 lalu, komoditas hortikultura khususnya permintaan sayur dan buah segar mengalami peningkatan.
 
“Kita harus dapat menjaga stamina dan daya tahan tubuh dari infeksi Covid-19 dengan mengkonsumsi sayur dan buah lokal, “ ujar Mentan Syahrul
 
Ditengah pandemi saat ini permintaan di sektor hortikultura khususnya untuk produk buah dan sayur justru makin meningkat. Dengan demikian pasar domestik tetap berjalan meski terjadi perubahan ekonomi global. Kondisi ini jelas menjadi peluang bisnis tersendiri. 
 
“Ini namanya era new normal di mana gaya hidup social distancing. Social distancing akan terus ada selama vaksin belum ada. Lalu masyarakat berkeinginan untuk mengimboost immunity. Selain itu Perasaan selalu berasa di rumah menyamankan. Online shopping menjadi hal yang tetap berlangsung, “ ujar Pakar Hortikultura IPB University, Prof Sobir saat video konferensi bertajuk Bisnis Hortikultura Pasca Covid 19, Selasa (12/5).
 
Pemenuhan boost imunity inilah yang menjadi peluang bisnis hortikultura. Dalam rangka pembatasan social yang diterapkan pemerintah inilah bisnis online shopping bergerak lincah. Adanya keinginan untuk kehidupan yang lebih baik inilah masyarakat berupaya untuk menyediakan gizi yang lebih baik demi menjaga kesehatan.
 
“Bisnis hortikultura dapat mendatangkan pendapatan tiga lipat lebih besar ketimbang padi. Jika masyarakat tetap focus untuk boosting immunity, maka bisnis hortikultura tentunya meningkatkan pendapatan,” beber dia.  
 
Sobir memaparkan bahwa bisnis hortikultura menyerap banyak tenaga kerja. Di negara maju penurunan tenaga kerja pada hortikultura bisa 30 persen sementara padi hanya 8 persen. (tan)