Pandemi Covid-19, Hypermart (MPPA) Perkirakan Pendapatan Turun 25 %

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Pandemi Covid-19, Hypermart (MPPA) Perkirakan Pendapatan Turun 25 %

Selasa, 26 Mei 2020
Hypermart Perkirakan Pendapatan Turun 25 %. (Foto: Instagram @hypermart_id)
Radarbisnsi.com, Jakarta – Pengelola Hypermart  PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengakui dampak pandemi wabah covid-19 yang menerpa perseroan, bahwa pendapatan pada kuartal I-2020 bisa mengalami penurunan hingga 25 persen dari periode yang sama pada tahun 2019.
Danny Kojongian Sekretaris Perusahaan MPPA Dalam keterbukaan BEI Selasa (26/5/2020) menjelaskan, pada awal tahun 2020 Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia mengumumkan berlakunya “Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Virus Corona dan Presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Ditambahkan, beberapa sektor usaha tidak diijinkan untuk melakukan aktivitas, namun sektor retail terutama untuk kebutuhan sehari-hari seperti yang dijalankan oleh Perseroan masih diijinkan untuk beroperasi. Namun demikian, gerai-gerai Perseroan (Hypermart, Primo, Foodmart, Hyfresh, Boston, FMX, SmartClub) terdampak pada jam operasional yang mengikuti ketentuan PSBB dari Pemerintah Daerah setempat.
Sehingga jumlah karyawan perseroan pada akhir tahun dari berjumlah 9625 karyawan berkurang menjadi 8940 karyawan atau terjadi pengurangan sebanyak 685 orang sejak covid-19.
Dalam situasi seperti ini, Perseroan terus berusaha meningkatkan pelayanannya di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), seperti layanan antar yang diperluas jarak antarnya menjadi 10 km, dan mengoptimalkan layanan penjualan secara online menggunakan aplikasi Hypermart Online, juga layanan belanja melalui Delivery Chat & Shop melalui aplikasi Whatsapp, dan layanan Park & Pickup dimana konsumen bisa berbelanja lewat aplikasi Hypermart Online atau WhatsApp dengan metode pengambilan barang di area parkir khusus yang sudah disediakan di area toko.
Di samping itu, setiap gerai Perseroan memberlakukan protokol kebersihan penting untuk pencegahan penularan Covid-19 dengan membersihkan secara berkala area-area publik dan melaksanakan social distancing di dalam gerai serta penyediaan hand
sanitizer & mengukur suhu tubuh para karyawan dan pelanggan.
Dengan upaya tersebut dan inovasi-inovasi yang terus dikembangkan, manajemen berkeyakinan bahwa wabah COVID-19 saat ini tidak berdampak signifikan terhadap Perseoan meskipun terdapat ketidakpastian material mengenai dampak kondisi ini bagi Perseroan dan entitas anak di masa mendatang. (emi)