Pefindo Turunkan Peringkat Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Jadi idA

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Pefindo Turunkan Peringkat Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Jadi idA

Selasa, 14 April 2020
Pefindo telah memutuskan untuk menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II yang diterbitkan PJAA. (Foto : Instagram @ancoltamanimpian)
Radarbisnis.com, Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memutuskan untuk menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II yang diterbitkan oleh PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), dengan nilai emisi sebesar Rp1 triliun untuk periode penerbitan 20 Juni2019-20Juni 2021.
Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra dalam keterbukaan informasi BEI Selasa (14/4/2020) mengungkapkan, pada 8 April 2020 tim analis Pefindo telah memutuskan untuk menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II yang diterbitkan PJAA. Sebelumnya obligasi dengan nilai emisi mencapai Rp1 triliun tersebut memiliki peringkat idAA+, namun Pefindo memutuskan untuk menurunkan peringkat menjadi idA (single A).
Peringkat ini diberikan berdasarkan data dan informasi PJAA serta Laporan Keuangan per 31 Desember 2018 (audited) dan Laporan Keuangan per 30 September 2019 (unaudited).
Salyadi menyebutkan,peringkat tersebut berlaku untuk periode 8 April 2020-1April 2021.
“Efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan bahwa kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia, adalah kuat,” paparnya dalam surat Pefindo yang disampaikan kepada Direktur Keuangan PJAA, Hari Sundjojo.
Namun demikian, jelas Salyadi, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan efek utang yang peringkatnya lebih tinggi. (emi)