Ekadharma Internasional (EKAD) Catat Penjualan Naik 2,53 Persen Disepanjang 2019

Iklan Semua Halaman

Press Release dapat dikirim melalui WhatsApp atau redradarbisnis@gmail.com

Ekadharma Internasional (EKAD) Catat Penjualan Naik 2,53 Persen Disepanjang 2019

Senin, 27 April 2020
Beban pokok penjualan turun tipis atau hampir sama dengan periode yang sebeulmnya yaitu sebesar Rp536,13 miliar. (Foto : Instagram @murnie_jhaenury)

Radarbisnis.com, Jakarta – PT Ekadharma Internasional Tbk (EKAD) hingga akhir Dsember 2019 mencatatkan Laba bersih sebesar Rp77,40 miliar atau naik 4,53 persen dari laba bersih tahun sebelumnya yang hanya Rp 74,04 miliar.
Laporan keungan Ekadharma Jumat 24/4 yang disampaikan ke BEI Jumat (24/4/2020), menyebutkan EKAD meraih penjualan neto Rp758,29 miliar atau naik 2,53 pesen dibandingkan penjualan 2018 Rp739,57.
Beban pokok penjualan turun tipis atau hampir sama dengan periode yang sebeulmnya yaitu sebesar Rp536,13 miliar sedang kan tahun sebelum 2019 Rp536,82 miliar.
Laba bruto turun 9,75 persen menjadi Rp222,16 miliar dari laba bruto Rp202,75 miliar tahun sebelumnya. Sedangkan laba sebelum pajak naik 10,23 menjadi Rp111,83 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp101,45 miliar.
Laba komprehensif yang dapat di atribusikan kepada pemilik entitas induk naik 1,94 persen menjadi Rp73,76 miliar pada 2019 bandingkan Rp72,35 miliar pada 2019. sehingga laba persaham EKAD naik menjadi Rp106 per saham dibandingkan tahun sebelumnya Rp 103 per saham.
Liabilitas perseroan turun menjadi Rp115,69 miliar pada 2019 pada tahun sebelumnya Rp128,68 miliar pada akhir 2018,untuk ekuitas justru malah terjadi peningkatan menajdi Rp 852,54 miliar pada 2019 dibandingkan Rp724,58 miliar pada 2018.
sehingga total aset perseroan mencapai Rp968,23 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari RP853,26 miliar pada periode 31 Desember 2018.
Kas dan setara kas Ekadharma International terjadi penambahan 47,55 persen menjadi Rp 161,87 miliar per 31 Desember 2019 sedangkan pada 2018 masih dicatatkan di angka Rp109,69 miliar. (emi)